Home Uncategorized TPID Sulteng Ikuti Rakorwil se-Sulampua Secara Virtual

TPID Sulteng Ikuti Rakorwil se-Sulampua Secara Virtual

223
0
SHARE

Palu, Alkhairaat.com – Kota Palu mengalami inflasi sebesar 0, 15% sementara Kabupaten Luwuk mengalami deflasi. Penyumbang inflasi yakni bawang dan ikan selar sementara penyebab deflasi berasal dari komoditi cabe rawit, ayam dan ikan

Harga kebutuhan bahan pokok cukup stabil kecuali gula pasir yang sempat mengalami kenaikan, akan tetapi berhasil ditekan melalui operasi pasar

Beberapa komoditi mengalami surplus misalnya padi dan jagung. Bahkan Provinsi Sulawesi Tengah banyak mensuplai sejumlah komoditi ke beberapa daerah misalnya Kalimantan Sumatera dan Maluku Utara

Terakhir, diharapkan adanya peningkatan kerjasama TPID Sulam apua guna terciptanya pengembangan pengendalian pangan.

Hal tersebut disampaikan
Gubernur Sulawesi Tengah diwakili Asisten Administrasi, Ekonomi dan Pembangunan Dr. Bunga Elim Somba, M.Si didamping Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, Ir, Tri Lamakampali, Karo Ekonomi dan Pembangunan Rudi Dewanto serta tim TPID lainnya mengikuti Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) se-Sulampua secara virtual, bertempat di ruang video confrensi, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Kamis 25 Juni 2020.

Rakorwil mengangkat tema ‘Stabilitas harga menuju Indonesia Maju dan sub tema Sinergi meningkatkan ketersediaan pangan melalui digitalisasi pertanian’ diikuti Gubernur, Wakil Gubernur, Sekertaris Daerah dan pimpinan perwakilan BI se-Sulampua.

Rakorwil berlangsung tiga sesi, masing-masing Gubernur/Wakil gubernur dan Sekertaris Daerah diberikan waktu 5-10 menit untuk memprosentasikan perkembangan harga dan inflasi di daerahnya masing-masing.

Dalam Rakorwil beberapa harga komoditi utama menjadi perhatian serius terutama dimasa pandemic covid-19, diantaranya harga Beras, Gula pasir, Tepung terigu, Telur ayam, Daging sapi, Daging ayam, Minyak goreng, Cabe, Bawang dan sebagainya.

Pengamat ekonomi Dr. Iskandar Simorangker secara umum menilai akibat terjadinya pandemic covid-19 dapat menimbulkan ancaman inflasi dari sisi produksi tapi diharapkan tetap terkendali

Sementara itu Irsan dari Company Habibi Garden menawarkan digitalisasi pertanian mencakup akses modal teknologi budidaya serta marketing

Menurutnya dengan digitalisasi pertanian para petani dapat memantau kondisi tanah dan tumbuhannya hanya melalui aplikasi

Adapun kesimpulan dari Rakorwil Sulamapua sebagaimana disampaikan Moderator, pertamq rata-rata inflasi sebesar 3% + 1%, kedua bahan makanan bisa di menjadi penyumbang inflasi yang ketiga ancaman inflasi dari sisi produksi akibat pandemik covid-19 yang keempat terjadinya penurunan luas panen di selama Papua dan terakhir digitalisasi pertanian yang diharapkan menjadi masa depan

Adapun rekomendasi dari hasil Rakorwil Sulamapua, pertama Diharapkan adanya peningkatan kerjasama serta penjagaan pasokan kedua perkuat manajemen dan stok pangan dan yang ketiga pembentukan working Group untuk kerjasama antara daerah atas inflasi

Sumber: Biro Humas dan Protokol/***

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.