Home Pendidikan Peringati Hari Ibu, Srikadin LS-ADI Gelar Dialog Interaktif

Peringati Hari Ibu, Srikadin LS-ADI Gelar Dialog Interaktif

197
0
SHARE

Palu, Alkhairaat.com- Srikadin Lingkar Studi Aksi dan Demokrasi Indonesia menggelar Dialog Interaktif untuk Memperingati Momentum Hari Ibu tanggal 22 Desember 2021, di Warung Kuning (Warning) Jalan Setia Budi, Rabu (22/12/2021).

Kegiatan itu bertemakan Refleksi Perjuangan Ibu, Wujudkan Kesetaraan Gender. Adapun ketiga narasumber yaitu Irnawastu Kasiee Pelembagaan PUG & PPB Bidang Politik Sosial Hukum dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Ina Herlina Ketua Bidang Perempuan DPW Partai Gelora Sulteng, Yunarti Patilima perwakilan dari Srikadin LS-ADI yang di moderatori oleh Munifar Salim.

Peserta dialog interaktif tersebut dibatasi yaitu berjumlah 20 orang, sebab wabah virus Covid-19 yang kini belum usai.

Namun kegiatan itu, tidak hanya dilaksanakan luring tetapi juga daring, karena banyak yang antusias ingin mengikuti dialog interaktif itu. Maka Srikadin LS-ADI menyediakan live streaming sehingga yang ingin bertanya atau memberikan pendapatnya bisa melalui kolom chat live streaming di halaman LS-ADI dan Alkhairaat News.

Ketua Panitia Misna Jayanti mengatakan tujuan peringatan hari ibu yaitu untuk menggaungkan sekaligus mengapresiasi peran seorang ibu baik terhadap keluarganya, lingkungan masyarakat, hingga pemerintah, serta memberikan kesadaran bahwa sosok perempuan itu sangat mulia.

Misna menjelaskan tujuan mereka mengangkat tema refleksi perjuangan ibu, wujudkan kesetaraan gender yaitu agar mengetahui dan memahami bagaimana perjuangan dari seorang ibu dalam mewujudkan kesetaraan gender baik dilingkup sosial, politik, ekonomi dan pendidikan.

Ia mengatakan pentingnya sosok ibu dalam mendidik seorang anak, bukan hanya anak perempuan namun juga anak laki laki.

“Yaah anak laki laki, karena melihat maraknya kasus kekerasan seksual atau pelecehan seksual yang terjadi akhir akhir ini. Hal itu, bukan hanya menjadi titik perhatian dari kami Srikadin LS-ADI namun menjadi perhatian kita semua, bahwa hal itu bisa saja terjadi karena kurangnya edukasi seks yang di tanamkan ke anak sejak masih dini,” jelasnya.

Menurut Misna jika berbicara terkait perempuan pasti tidak ada habisnya, ditambah persoalan kesetaraan gender.

“Apalagi membahas mengenai kesetaraan gender yang pastinya cukup sensitif, banyak stigma yang muncul dimasyarakat mengenai perempuan hanya bisa di kasur, sumur dan dapur. Hal ini sudah tidak asing lagi ditelinga kita,” katanya.

Untuk itu, kata Misna Srikadin akan menghilangkan stigma tersebut secara perlahan-lahan tapi pasti dengan tindakan nyata yang bisa dilakukan perempuan.

“Bahwa dalam kepemimpinan bidang politik eksekutif maupun legislatif ada kesetaraan antara perempuan dan laki-laki dan kami ingin mewujudkan kesetaraan itu,” tutupnya. (***)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.