Home Kota Palu LS-ADI: CPM Ancaman Nyata untuk Kota Palu

LS-ADI: CPM Ancaman Nyata untuk Kota Palu

250
0
SHARE

Palu, Alkhairaat.com – Pengurus daerah (PD) Lingkar Studi Aksi dan demokrasi Indonesia (LS-ADI) Kota Palu menggelar aksi di Kota Palu Jumat (07/05/2021).

Aksi yang dipimpin Koordinator Lapangan (Korlap) Moh Sabil mengajukan tiga tuntutan tutup wilayah pertambangan PT. CPM di Sulawesi tengah, tolak Perda RTRW kota palu tahun 2021-2014. Dengan rute aksi di mulai dari Kantor Walikota DPRD Kota Palu dan Kantor Gubernur Sulawesi tengah.

Koordinator lapangan (Korlap) Moh Sabil menuturkan bahwa saat ini sepertiga wilayah dari kota palu adalah lahan milik CMP.

“Seperti data yang kita dapatkan dari berbagai sumber bahwasanya wilayah dari pertambangan PT CPM adalah sepertiga dari luar wilayah Kota Palu dan dari situ juga kita bisa melihat berapa banyak sumber daya alam kita yang dapat mereka miliki melalui aktivitas pertambangan,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa CPM merupakan suatu ancaman nyata untuk Kota Palu

“Saat ini kota palu sedang berada dalam ancaman bagaimana tidak wilayah pertambangan PT CPM sendiri ada yang berada di atas patahan palu sesar koro yang di mana patahan tersebut adalah salah satu patahan aktif yang sewaktu-waktu bisa saja bergerak dan menimbulkan bencana untuk Sulawesi tengah terkhususnya Kota Palu tutur Sabil.

Di lain orasi sekertaris umum PB LS-ADI Riwin Najmudin menyampaikan bahwa saat ini pihak pemerintah provinsi Sulteng harus kembali mengevaluasi aktivitas pertambangan yang ada di Sulteng

“Tentu kita tidak ingin kota palu ini menjadi lumpur Lapindo jilid 2 dikarenakan aktivitas pertambangan yang tidak memenuhi syarat dalam pelaksanaannya maka dengan ini kami dari LS-ADI meminta kepada gubernur Sulawesi tengah untuk kembali mengevaluasi aktivitas pertambangan yang ada di wilayah kerjanya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” tandas Riwin. (MTG)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.