Home Sulawesi Tengah Kepala BPJN IV Palu Bungkam, Proyek Jalan Rp 68 Miliar Diduga...

Kepala BPJN IV Palu Bungkam, Proyek Jalan Rp 68 Miliar Diduga Asal Kerja

201
0
SHARE

Palu, Alkhairaat.com- Sejumlah paket proyek di Kementrian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) IV Palu menuai sorotan dari masyarakat. Salah satunya paket proyek preservasi rehabilitasi rekonstruksi jalan 17, 2 Kilometer, preservasi pemeliharaan jalan 141, 34 KM, preservasi rutin jembatan senilai Rp 1,7 miliar jalan Surumana BTS Sulteng ruas Pasangkayu-Baras-Karossa.

Paket ini dengan total anggaran senilai Rp 68 miliar lebih TA 2020/2021 yang dikerjakan oleh PT. Apaskho Utamajaya. Data yang dihimpun media di lapangan, salah satu titik yang dikerjakan di KM 253 MMJ dan KM 30 PSK, Desa Tikke Kecamatan Tikke Raya Kabupaten Mamuju Utara Sulbar.

Di mana kondisi proyek tersebut cukup memprihatinkan lantaran timbunan yang diduga menggunakan tanah kerukkan dan batu material menggunakan batu cuttingan dari gunung.

Menurut Jufri, salah seorang pengendara yang sedang melintas di jalur tersebut, pekerjaan itu terkesan asal kerja. Di mana melihat kualitas pekerjaan itu berpotensi tidak akan bertahan lama.

“Kita tidak menuduh siapa-siapa, tapi kalau dilihat dari material timbunan jalan ini tidak lama akan rusak lagi,” tutur Jufri.

Ia mengatakan, poros jalan di wilayah Tikke Raya itu banyak dilintasi kenderaan bermuatan berat, mestinya kualitas pekerjaan harus benar-benar sesuai standar nasional atau mengikuti spesifikasi yang telah ditetapkan dalam RAB. Jika dicermati, timbunan pada badan jalan menggunakan tanah dan sudah digenangi air.

“Mohon maaf, kami selaku pengguna jalan menyayangkan kualitas pekerjaan seperti ini, sebab ini merupakan jalan poros,” tegas Jufri.

Selain itu tambahnya, plat duiker yang mestinya dibangun yang baru, tetapi yang terlihat bahwa duiker tersebut disinyalir hanya di sisi kiri dan kanan bahu jalan saja yang dibangun baru, karena masih tampak di bagian tengahnya plat duiker lama. Sehingga ini menjadi pertanyaan bagi publik apakah dalam RAB dibangun baru atau tidak.

“Seperti cuma menempel saja yang baru di ujunh kiri dan kanan duiker,” jelasnya.

Sementara, Kepala BPJN IV Palu, Syukur yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp perihal pekerjaan tersebut enggan berkomentar, meskipun pesan WhatsApp terlihat sudah terbaca.

Direktru LSM Pijar Sulteng, Rully Hadju menyoroti kinerja pihak BPJN terutama Kepala BPJN yang terkesan menutup mata atas dugaan kelalaian dan amburadulnya kualitas pekerjaan para kontraktor pelaksana pada proyek di BPJN. Pasalnya, proyek-proyek tersebut menggunakan anggaran negara yang tidak sedikit.

Ia meminta kepada pihak BPJN aktif dalam pengawasan, turun ke lapangan memantau langung perusahaan yang sedang bekerja.

“Jangan hanya terima laporan di meja. Kita menyayangkan sikap pihak PJN yang terkesan ada pembiaran kepada para kontraktor yang bekerja tidak sesuai spesifikasi,” tegas Rully, Senin (11/01/2021).

Menurutnya, ratusan miliar anggaran negara yang diturunkan di Sulteng dan Sulbar melalui BPJN IV Palu untuk infrastruktur jalan harus mendapat kontrol sosial dan semua pihak. Oleh karena itu, BPJN jangan mengabaikan laporan berbagai pihak. Pasalnya, jika kualitas proyek infrastruktut asal karja maka masyarakat tidak merasakan azas manfaat dari uang pajak mereka yang diberikan kepada negara.

“Uang pajak kita salah satunya pembangunan jalan. Nah, kalau kualitas pekerjaan jalan tidak bagus, maka menimbulkan kecurigaan publik, ada apa pihak PJN dengan kontraktor,” katanya.

Rully berharap supaya BPJN betul-betul serius mengawasi kontraktor proyek jalan nasional. Jangan sampai timbul kecurigaan publik bahwa pembiaran itu karena adanya dugaan konspirasi antara pihak BPJN dengan kontraktor pelaksana. (***)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.