Home Sosbud Kasatker Mulai Bungkam Perbaikan Kerusakan, Fahri: Aparat Hukum Bisa Dalami Terkait PHO

Kasatker Mulai Bungkam Perbaikan Kerusakan, Fahri: Aparat Hukum Bisa Dalami Terkait PHO

28
0
SHARE

Palu, Alkhairaat.com – Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XIV Palu, Rhismono mulai bungkam ihwal perbaikan dugaan kerusakan trotoar jalan Diponegoro dan dan bahu jalan di jalan Emmy Saelan Kota Palu.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan pesan kontak Aplikasi WatsApp, Jumat (05/08/2022), Rhismono tidak menanggapinya, meskipun pesan ditangkapan layar sudah terbaca.

Padahal, sebelumnya Rhismono sudah berjanji akan memerintahkan pihak PT. NK untuk segera membenahi titik kerusakan pada proyek bernilai Rp 150 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2019 sampai 2021.

“Kalau perbaikan sabar saja pasti diperbaiki, hanya perlu penertiban pengguna dan kesadaran kita semua,” tulisan Rhismono, Rabu (03/08/2022).

Pada bulan kemarin tepatnya 25 dan 27 Juli 2022, ia juga mengaku sudah menjadi perhatian Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan akan memberikan teguran kepada PT. NK untuk segera membenahi kerusakan trotoar yang diduga penyangga paving blocknya hanya menggunakan daun pintu plastik.

“Sabar. Tks infonya, menjadi perhatian PPK untuk membuat teguran ke PJ, untuk diperbaiki di masa warranty. Ok tks, bantuan pemberitaannya untuk menjadi perhatian dan perbaikan di lapangan,” katanya.

Sementara pihak PT. NK, Yohanes yang dikonfirmasi via kontak WatsApp terkait upaya perusahaan itu membenahi sejumlah titik kerusakan, juga tidak menanggapi pesan yang dikirimkan meskipun sudah terbaca.

Apa yang telah dikemukakan Rhismono sebelumnya sebagai salah seorang pejabat pemegang kebijakan di BPJN XIV Palu, masih belum bisa dibuktikan. Pasalnya, belum ada perbaikan atau pembenahan terhadap titik – titik kerusakan jalan sebagaiman yang dijanjikan.

“Publik menunggu pernyataan Kasatker soal perbaikan kerusakan itu. Jangan sampai publik menilai statemennya tidak terbukti,” tegas Dewan Pembina LS – ADI, Fahriyanto saat diminta tanggapannya, Jumat (5/8/2022).

Oleh sebab itu, ia mendesak pihak BPJN, utamanya Kasatker, Rhismono memerintah PT. NK untuk segera membenahi kerusakan yang dimaksud. Fahriyanto juga menyoroti, jangan sampai karena PT. NK merupakan perusahaan negara melalui Kementrian Badan Usahan Milik Negara (BUMN), Rhimono tidak berani menegurnya.

“Ini bisa menimbulkan pertanyaan. Jangan karena ada komunikasi lintas Kementrian PUPR dengan BUMN lalu tidak berani memberi teguran,” katanya.

Jika itu terjadi, tambah Fahri sapaan Fahriyanto, apa jadinya proyek infrastruktur di daerah ini jika semuanya dikerjakan oleh perusahaan BUMN dengan tidak mengedepankan prinsif – prinsip ketaatan terhadap aturan konstruksi.

Di mana setiap pengerjaan proyek konstruksi telah diatur dalam regulasi maupun Permen PUPR. Ada Rencana Anggaran Biaya (RAB) gambar bestek, dan turunannya.

“Pertanyaan selanjutnya, apakah PT. NK dalam mengerjakan proyek ini sudah memenuhi unsur – unsur aturan tersebut. Kita mengacu pada kerusakan itu yang baru setahun,” jelas Fahri.

Ia kembali menyayangkan pihak BPJN dengan berani melakukan Provisional Hand Over (PHO) terhadap proyek tersebut. Hal ini pula tambah Fahri, menimbulkan pertanyaan mengapa proyek ratusan miliar yang dipertanyakan mutu dan kualitasnya bisa di PHO.

“Ada apa. Tentunya pihak aparat hukum yang bisa mendalami terkait PHO, sebagai masyarakat biasa hanya bisa mendorong aparat,” tandasnya.

Dibertakan sebelumnya, Provisional Hand Over atau yang sering disebut PHO dalam proyek infrastruktur patut dipertanyakan pada paket pekerjaan di Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XIV Palu, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Paket proyek yang dimaksud adalah Rehabilitasi dan Rekonstruksi Ruas Jalan Dalam Kota Palu – Donggala (Ampera) yang digarap PT. Nindya Karya (NK) dan PT. Passokorang (KSO) senilai Rp 150 miliar digelontorkan Kementrian PUPR.

Lebih dari seratus miliar uang negara digelontorkan menuai sorotan, lantaran menimbulkan spekulasi dan dugaan mengenai kualitas pekerjaan yang dimotori PT. NK perusahaan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Secara terang – terangan publik bisa menilai kualitas pekerjaannya. Baru kurang lebih s etahun terdapat titik – titik kerusakan. Mengapa di PHO,” tanya Dewan Pembina LS – ADI, Fahriyanto, Rabu (03/08/2022). (BOB)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.