Home Parigi Mautong PETI Kayuboko dan Air Panas Diduga Kembali Buka, Ini Cukongnya

PETI Kayuboko dan Air Panas Diduga Kembali Buka, Ini Cukongnya

558
0
SHARE

Parimo, Alkhairaat.com – Wakil Ketua (Waket) II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Alfret Tongiroh menolak tegas kegiatan pertambangan emas liar di Parimo.

“Yang pasti kami tidak sepakat dengan aktivitas tambang ilegal di wilayah Kabupaten Parigi Moutong,” tulis Alfret saat dikonfirmasi via kontak aplikasi WatsApp perihal dugaan aktivitas PETI di Desa Kayuboko dan Air Panas, Sabtu (13/08/2022).

Politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini mengaku belum mendapat informasi mengenai dugaan PETI di dua desa tersebut. Sebab yang Ia ketahui PETI beroperasi beberapa waktu lalu.

“Dulu iya. Waktu itu sudah diamankan. Saat ini saya baru tahu kalau masih ada aktivitas lagi,” katanya.

Kini, beredar kabar, aktivitas Pertambangan Emas Ilegal (PETI) di Desa Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat Kabupaten Parimo diduga kembali berjalan. Data visual yang dihimpun sekira Maret lalu dan awal bulan ini menunjukkan bahwa diduga lokasi PETI di Desa Kayuboko dan Air Panas.

Sejumlah sumber mengemukakan aktivitas PETI yang diduga milik cukong inisial JF kembali berjalan lancar, meskipun sempat berhenti akibat adanya bencana alam banjir di 2 Desa Kecamatan Parigi Barat pada 2020 lalu.

Diduga, banjir kala itu salah satunya dipicu aktivitas PETI di Desa Kayuboko Kecamatan Parigi Barat. Di mana membuat 2 Jembatan di jalur dua Oloya dan Jembatan Air Panas rusak.

“Masih kerja di Kayuboko. Saya belum dapat gambarnya, tapi ada aktivitas di sana,” ungkap sumber yang tidak tulis indentitasnya, Kamis (11/08/2022)

Sumber juga menyebutkan, selain PETI di Kayuboko, diduga ada juga aktivitas PETI di Desa Air Panas. Halnitu berdasarkan data visual yang dihimpun tim redaksi pada dua Desa Kayuboko dan Air Panas.

Sejauh ini belum ada informasi siapa cukongnya, namun diduga kuat cukong JF juga aktornya di Desa Air Panas tersebut.

Rumornya, cukong JF ini ingin mengusai semua lahan di wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) yang punya potensi dijadikan aktivitas PETI, bahkan jika ada pemain PETI, cukong JF tidak segan – segan memainkan peran untuk menyingkirkan pemain PETI tersebut.

“Kalau banyak depositnya sesuai hasil survei. Dia langsung turun. Yang jelas kalau bukan beliau, harus gerbongnya, kalau tidak, maka dioperasi lewat berbagai isu,” katanya.

Maraknya PETI di Sulteng mengundang tanya bagi publik, kemana para pemegang kebijakan dan para penegak hukum daerah ini.

Sementara sumber lain yang meminta tak ungkap identitasnya mengemukakan, cukong JF ini diduga juga melakukan aktivitas PETI di Salubanga Desa Sausu, Tindaki, dan Desa Torue.

“Iya, Sausu Salubanga. Kalau Torue sebelah sini, bukan di daerah banjir kemarin,” katanya.

Desas desus, cukong JF ditengarai sudah menjalin komunikasi dengan sejumlah oknum wartawan dan LSM melalui kaki tangannya inisial GN yang kerap disapa Daeng. Kuat dugaan, perannya melaksanakan tawaf alias keliling bagi – bagi jatah.

JF juga diduga punya kedekatan khusus dengan orang – orang penting di Sulteng. Juga punya jaringan kuat di salah satu lembaga negera penegak hukum.

Hubungan JF dengan figur – figur utama Sulteng, seperti politisi dan juga dekat dengan kepala daerah.

Kedekatannya dengan politisi dan kepala daerah di Sulteng berdasarkan gambar foto yang diterima tim redaksi. Dalam foto itu, ia bersama politisi, kepala daerah, dan beberapa oknum yang diduga anggota APH.

Tengara mencuat hubungan cukong JF dengan mereka untuk memprotect dirinya dari APH agar lancar menjalankan bisnis PETI haram di Desa Kayuboko dan Air Panas.

Oleh sebab itu, hingga kini JF terkesan ‘haram’ untuk disentuh oleh penegak hukum atas perannya yang diduga sebagai pelaku utama PETI di Kayuboko dan Air Panas.

Pertanyaan yang muncul, siapakah yang bertanggung jawab ketika banjir datang lagi di wilayah Parigi Barat yang ditengarai akibat aktivitas PETI.

Masih belum redah ingatan publik soal banjir melanda Torue, wilayah Kabupaten Parimo pada Kamis (28/07/2022) malam. Kala itu, 3 orang dinyatakan meninggal, 4 orang dinyatakan hilang.

Banjir terjadi pascahujan dengan itensitas tinggi dan berlangsung lama sehingga menyebabkan meluapnya sungai dan merendam permukiman di Desa Torue, Dusun II, Dusun III dan Dusun V yang berada di Kecamatan Torue pukul 22.33 waktu setempat. 

Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB mencatat hingga Jumat (29/07/2022) pukul 11.54 WIB, banjir dengan ketinggian muka air antara 30 hingga 90 sentimeter itu merendam 450 unit rumah, 11 diantaranya mengalami rusak berat dan 450 KK /1.800 jiwa terdampak. Selain itu dilaporkan tiga orang meninggal dunia dan empat orang dinyatakan hilang akibat banjir tersebut. Kemudian terdapat 450 warga yang mengungsi ke beberapa titik pengungsian.

Selain itu, pada akhir 2021 seorang penambang inisial ZN (22) asal Kabupaten Bombona, Sulawesi Tenggara, di lokasi yang diduga PETI Desa Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat meninggal dunia. ZN menjadi korban meninggal dunia karena berkelahi dengan inisial A. (BOB)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.