Home Politik Warga Kembali Tuntut PLTU Mpanau, Ini Respon Wali Kota Palu

Warga Kembali Tuntut PLTU Mpanau, Ini Respon Wali Kota Palu

180
0
SHARE
Wali Kota Palu, Hidayat, saat mengunjungi PLTU Mpanau, Selasa (23/1). (Foto: Alkhairaat.com/Imron)

Alkhairaat.com – Ratusan warga dari Kecamatan Tawaeli dan Palu Utara kembali melakukan unjuk rasa terkait keberadaan PLTU Kota Palu di Kelurahan Mpanau. Warga beraksi dengan memblokade Jalan Trans Sulawesi selama 8 jam, sehingga menyebabkan arus lalu lintas dari dan menuju Kota Palu terganggu, Senin (22/1).

Menanggapi unjuk rasa warga tersebut, Wali Kota Palu, Hidayat, menjelaskan, pihaknya telah memenuhi sebagian besar tuntutan warga terkait PLTU Mpanau.

“Tuntutan mereka itu sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan tidak bisa diatasi. Namun, kini, hanya dalam kurun waktu setahun terakhir, hampir semua sudah dapat teratasi,” ujar Wali Kota Palu melalui siaran persnya, Senin (22/1) malam.

Ia mengatakan beberapa persoalan yang hampir selesai tersebut, antara lain persoalan air panas yang dikeluarkan dari PLTU. Begitu pula, katanya, soal getaran yang ditimbulkan bahkan bunyi bising juga sudah di bawah ambang batas.

“Ini adalah hasil penelitian ahli dari Universitas Tadulako beberapa waktu lalu,” jelas Hidayat.

Ia juga menjelaskan persoalan pengangkutan batu bara dari laut ke darat yang sempat dikeluhkan oleh warga. Kini, katanya, pengangkutan sudah menggunakan sistem konveyor sesuai standar, sehingga debu batu bara tidak terbang kemana-mana seperti dahulu.

“Semua persoalan sudah berlangsung puluhan tahun lamanya. Sekarang yang tersisa persoalan fly ash. Namun, persoalan ini sebenarnya sudah selesai, karena masyarakat Kayumalue juga sudah akan dibina untuk mengelolanya. Hanya saja, dalam perjalanan pembangunan tempat pengelolaan limbah itu, ada lagi pihak yang coba mengganggu dan memberhentikan pekerjaan tersebut pada 21 Januari lalu. Padahal, fly ash sudah terjadwal akan diangkut pada 28 Januari. Akhirnya, jadwal tersebut bergeser lagi,” jelasnya.

Hidayat menambahkan, terkait adanya permintaan pemindahan fly ash, pihaknya sudah menyetujui. Namun, adanya keinginan untuk menghentikan operasional PLTU bukan sebuah penyelesaian masalah.

“Kita sudah setuju akan memindahkan fly ash itu ke tempat pengelolaannya. Namun, dalam proses itu kita tidak bisa memberhentikan operasional PLTU, karena akan berdampak terhadap pengurangan daya kelistrikan yang ada. Hal ini akan berakibat fatal dan mengganggu jalannya pembangunan di KKTA Palu,” tutupnya.

Menindaklanjuti keterangannya di atas, Selasa (23/1) padi, di tengah guyuran hujan, Wali Kota Palu, Hidayat, meninjau langsung PLTU Palu di Kelurahan Panau Mpanau dan bertemu langsung dengan pihak PLTU dan warga sekitar. (INH)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here