Home Politik Terapkan Nilai Prinsip Adat Seatorang Raih Prestasi bukan Peristiwa

Terapkan Nilai Prinsip Adat Seatorang Raih Prestasi bukan Peristiwa

83
0
SHARE

Ternate, Alkhairaat.com – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara (Malut), Dr. H. Muhammad Kasubah, MA dan Drs.H.A. Madjid Husen, MM (MK-Maju) menilai penerapan nilai adat seatorang meraih prestasi bukan peristiwa.

“Seperti yang di pesan oleh para leluhur bahwa milik kita adalah milik kita dan milik rakyat adalah milikya. Sehingga bila kita berpegang teguh dan menerapkan nilai daripada prinsip adat seatorang dalam melayani masyarakat akan melahirkan prestasi, dan jika kita tidak perpegang teguh terhadap nilai tersebut yang terjadi bukan prestasi melainkan peristiwa”, tegas Muhammad Kasubah (MK) saat menyampaikan orasinya dalam kampanye tertutup, Kelurahan Jambula, Kecamatan Pulau Ternate, Rabu malam (21/3).

Muhammad Kasuba melanjutkan, jika pemimpin berpegang teguh dengan nilai adat seatorang, maka orang yang akan mencari kesalahan kita pasti tidak pernah ditemukan diakhir jabatannya.

“Saya dalam koran di muat sebagai tersangka dengan kasus Halmahera Selatan (Halsel) expres dan Bansos , walaupun di periksa sedetail-detailpun dengan izin Allah SWT tidak pernah ditemukan karena kita perpegang teguh dengan nilai adat seatorang bahwa bupati punya bupati dan rakyat punya rakyat,” tandasnya.

Ia juga mengatakan, dalam kepemimpinannya menjadi bupati Halsel dapat membentuk model management pemerintah baru yang belum pernah diterapkan di daerah daerah lainnya di Indonesia, yakni management pemerintahan berbasis nilai.

“Kami di Halsel sepakat mengusung sebuah bentuk model management pemerintahan yang kami sebut management pemerintahan berbasis nilai, tidak ada di Indonesia yang seperti itu, yang ada kita kenal management berbasis kinerja”, terang Mantan Bupati Halsel.

Karena menurutnya tidak ada artinya sebuah kinerja tapi tidak ada nilai, sehingga kinerja dan nilai harus dibarengi menuju kesempurnaan.

Dengan pemerintah berbasis nilai, tentu ada pembinaan aparatur berbasis nilai, pembinaan masyarakat berbasis nilai dan pembinaan siswa berbasis nilai. Ia juga membentuk sebuah sistem pendidikan yakni sistem pendidikan terpadu, bahwa semua pendidikan sekolah dasar (SD) di Hasel membuka kelas tambahan yakni Madrasah diniyah awaliyah ( MDA), jadi masuk SD nya pagi dan MDA nya sore harinya serta telah diuji coba seratus SD.

Karena menurutnya seorang pemimpin hanya ada dua misinya atau tujuan yang Allah titipkan yakni memelihara nilai agama dan memakmurkan bumi Allah, hanya dua itu yang dipesankan Allah kepada pemimpin yang notabene adalah Khalifatullah.

Pada kesempatan yang sama, ia mengungkapkan angka nomor 4 sebagai rahmat. Dimana angka 4 sebagai nomor urut paslon MK-Maju merupakan pilihan Allah SWT dan tidak asal asalan.

“Allah SWT yang memilih bukan saya yang memilih nomor urut karena kami peserta yang terakhir dalam pencabutan nomor urut Paslon di KPU, jadi nomor 4 ini didapatkan bukan dengan asal asalan, karena Nomor 4 adalah urusan hidup dan mati dimana kehidupan tidak terlepas dari 4 unsur, yakni bapak ibu dan bapak ibu mertua yang mempertemukan sebuah pasangan kehidupan. Seperti mensholatkan seorang jenazah sebanyak 4 kali takbir dan takbir merupakan sebagai ukuran sebuah tanda prosesi dalam mengantarkan sebuah jenazah, jadi nomor 4 ini bukan semberangan,” jelasnya.

Ia juga menghimbau masyarakat agar melihat dan mengetahui pemimpin yang dipilih serta memilih pemimpin yang besar hati demi kepentingan daerah yang dipimpinnya. (Fais)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here