Home Hukum Tega! Ayah di Kecamatan Ongka Malino Setubuhi Anak Kandungnya Sejak 2018

Tega! Ayah di Kecamatan Ongka Malino Setubuhi Anak Kandungnya Sejak 2018

103
0
SHARE

Palu, Alkhairaat.com- Seorang ayah tega menyetubuhi anak kandungnya sendiri, bahkan terjadi sejak tahun 2018.

Hal itu terungkap setelah korban sebut saja Bunga (13), yang saat ini tercatat sebagai pelajar di salah satu sekolah tingkat pertama swasta di Kota Palu mengakui perbuatan bejat orangtua kandungnya tersebut kepada ibu asuh yang merawatnya di Kecamatan Palu barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto pada saat dikonfirmasi, Kamis (05/11/2020), membenarkan kejadian tersebut.

“Iya benar kejadian tersebut dan saat ini sedang ditangani oleh Subdit IV Ditreskrimum Polda Sulteng dan pelaku inisial F (37), yang tidak lain adalah orangtua korban sudah ditangkap dan mulai Senin (02/11/2020), telah dilakukan penahanan di Rutan Polda Sulteng,” kata Didik.

Kasus ini bermula adanya laporan petugas Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Palu ke Polda Sulteng, pada tanggal 29 Oktober 2020, setelah mengetahui kejadian tersebut dari ibu asuh korban.

Didik lebih rinci menerangkan, awal mula kejadian adalah tahun 2017, di mana saat itu korban masih berumur 11 tahun libur semester dan pulang ke rumah orangtuanya di salah satu desa di Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). Saat itu pelaku hanya berani melakukan perbuatan mencium dan meraba-raba korban.

Pada tahun 2018 pada saat korban sudah tinggal bersama orangtuanya, pelaku yang sudah dirasuki nafsu setan berhasil menyetubuhi anaknya. Bahkan, pelaku terus melampiaskan nafsunya terhadap korban hampir setiap minggu pada saat ibu korban tidak ada di rumah.

Kejadian hubungan terlarang antara bapak dan anak kandung tersebut terus berulang hingga sekarang saat korban yang sekolah di salah satu SLTP swasta di Kota Palu, pulang ke rumahnya di Pantai Timur.

Melihat perkembangan dan prilaku bapak dan anaknya tersebut, ibu korban menaruh kecurigaan. Sehingga meminta bantuan ibu asuh korban di Palu untuk mencari tahu dan akhirnya korban terbuka dan menceritakan kejadian yang sebenarnya.

Terhadap pelaku kata Didik, penyidik mempersangkakan sebagaimana Pasal 81 (3) dan Pasal 82 (2) UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara. (YP)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.