Home Hukum Seruan, 2019 Tolak Politikus Busuk Gemparkan Sulteng

Seruan, 2019 Tolak Politikus Busuk Gemparkan Sulteng

154
0
SHARE

Palu,Alkhaairat.com- Seruan ajakan seluruh masyarakat untuk tidak memilih politikus busuk, pada momentum pemilihan umum (Pemilu) ditahun 2019 mendatang menggema di setiap depan Kantor DPRD diberbagai Kabupaten/Kota di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Seruan itu dilontarkan para Demonstran yang tergabung dalam Organisasi Kepemudaan Lingkar Studi Aksi dan Demokrasi Indonesia (LS-ADI) saat menggelar aksi puasa korupsi serentak di Sulawesi Tengah (Sulteng). Rabu (30/05) siang.

“Pada momentum bulan yang suci ini kami melakukan aksi serentak, di beberapa Kabupaten yang ada di Sulteng, dengan tujuan yang sama yaitu untuk menyuarakan puasa korupsi sekaligus mengajak kepada seluruh masyarakat, agar di tahun 2019 untuk tidak memilih politisi busuk,” ucap Koordinator Lapangan (Korlap) Nasional. Saat menyampaikan orasi di depan Kantor DPRD Provinsi Sulteng.

Koordinator Lapangan (Korlap) Nasional Arif Ashari menuturkan aksi puasa korupsi dilaksanakan sebagai rasa kegelisahan melihat realita bangsa saat ini terkait banyaknya oknum pemerintahan yang tersandung kasus korupsi.

Maraknya kasus korupsi di negara ini, kata Arif, terlihat dari data yang dirilis oleh transparency International indeks terkait persepsi korupsi dari 180 negara-negara di dunia untuk tahun 2017 Indonesia berada di peringkat ke-96.

Bahkan yang sangat memperihatinkan, lanjut Arif, kasus korupsi banyak terjadi saat suasana bulan suci Ramadan ketika umat Islam dibukakan seluas-luasnyannya kesempatan untuk mendapatkan keridaan, justru terdapat beberapa pejabat yang tersandung kasus korupsi saat dilakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK.

“Olehnya itu pada aksi ini kami mengharapkan agar saat puasa, saatnya menahan, setelah puasa, saatnya meninggalkan tidak hanya korupasi tetapi juga segala bentuk tindakan lain yang bertentangan dengan ajaran agama, seperti kolusi, penggusuran, narkoba, ujaran kebencian, hoax dan nepotisme,” ucap Arif.

Untuk wilayah Kota Palu aksi tersebut digelar di empat titik, sebelumnya peserta aksi melangsungkan orasinya di bundaran Hasanudin, setelah berkisar 30 menit, kemudian para demonstran bergeser ke depan Kantor DPRD Kota Palu, dilanjutkan ke DPRD Provinsi Sulteng dan berkahir di Kantor Polda Sulteng.

Sementara, untuk para demosntrasi yang berada di tiap daerah mengambil titik aksinya di masing-masing depan Kantor DPRD Kabupaten.

Senada dengan itu, Ketua Umum LS-ADI Fahriyanto S Maso’ama mengatakan penolakan terhadap politikus busuk dimaksudkan agar setiap orang yang nantinya terpilih menempati jabatan strategis politik sudah dapat dipastikan mampu membawa perubahan dan konsisten dalam memegang amanat rakyat.

“Kenapa Harus menolak politikus busuk? Agar kita dapat memastikan orang yang kita pilih memiliki kapasitas, intelektualitas, yang terpenting adalah memilik moral yang positif, dengan begitu ia maju semata-mata menjalankan amanat rakyat bukan dikarena kepentingan pribadi maupun golongan,” ucap Ketua Umum LS-ADI, saat ditemui Alkhairaat.com, disela-sela melangsungkan aksi di depan Kantor DPRD Provinsi Sulteng.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.