Home Uncategorized Sekda Provinsi Sulteng Mewakili Gubernur Pimpin Rapat Penanganan dan Pencegahan Penyebaran COVID-19

Sekda Provinsi Sulteng Mewakili Gubernur Pimpin Rapat Penanganan dan Pencegahan Penyebaran COVID-19

218
0
SHARE

Palu, Alkhairaat. com – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Hidayat Lamakarate (HL), mewakili Gubernur Sulteng pimpin rapat Penanganan dan Pencegahan Penyebaran COVID-19, bertempat di rumah jabatan Sekda, jl Wolter Monginsidi, Jumat (20/03/2020).

Dalam rapat itu, Hidayat menyampaikan harapan Gubernur Sulteng terkait langkah-langkah penanganan penyebaran covid-19 atau virus corona, dapat berjalan dengan baik sesuai Surat Edaran Gubernur Nomor 443/141/Dis.Kes, tanggal 16 Maret 2020 tentang Pencegahan dan antisifasi penyebaran COVID-19 di Sulteng.

Dalam rapat tersebut Hidayat menyampaikan beberapa hal terkait upaya pencegahan virus Corona diantaranya, larangan untuk masuknya warga negara asing (WNA) dan tenaga kerja asing (TKA) masuk di wilayah Sulawesi Tengah, melakukan pemerikasaan di perbatasan, di pelabuhan kepada masyarakat yang berkunjung ke wilayah Sulteng seperti pemeriksaan di bandara udara, kepala dinas pendidikan agar dipastikan satuan pendidikan dapat melaksanakan pembelajaran di rumah untuk anak didik dan masa pembelajaran dirumah tidak dimanfaatkan untuk bepergian, dipastikan surat edaran Gubernur sampai kepada seluruh stakeholder sampai pemerintah pusat dan pihak Imigrasi, memastikan kesiapan RSUD dan RS swasta sebagai RS rujukan dan dipersiapkan tempat opservasi yang representativ demikian juga di Kabupaten dan Kota Palu.

Senada dengan itu, kepala dinas kesehatan Renny Lamajido mengatakan, bahwa sampai dengan saat ini Sulawesi Tengah belum terdapat kasus COVID -19.

“Sulteng belum terdapat kasus Covid – 19,” kata Renny dalam rapat.

Lanjut Renny, dua pasien yang di ODP di RS undata sudah dipulangkan dan negatip dari virus corona tetapi saat ini ada enam orang yang sementara dilakukan PDP.

Selanjutnya Renny menyampaikan kesulitan dalam pengiriman sampel pemeriksaan ke jakarta karena maskapai tidak menerima pengirimannya kecuali Garuda dan berbayar Rp 600.

“Setiap pengiriman dan meskapai lain tidak menerima diharapkan seluruh meskapai dapat menerima pengirimannya karena uji laboratorium COVID-19 hanya ada di Jakarta,” tutup Renny.

Reporter: Muazim

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.