Home Politik Ribuan Korban Bencana Alam, Wali Kota Palu Diduga Dalang Pembunuhan Massal

Ribuan Korban Bencana Alam, Wali Kota Palu Diduga Dalang Pembunuhan Massal

478
0
SHARE

Palu,Alkhairaat.com – Pasangan WaliKota dan Wakil WaliKota Palu Hidayat – Sigit diminta turun jabatan, karena diduga sebagai dalang pembunuhan masal, sebab dinilai lalai dalam penindakan penyelamatkan warganya sehingga mengakibatkan ribuan jiwa menjadi korban hantaman bencana alam Gempa, Tsunami dan Likuefaksi di Kota Palu pada 28 September lalu.

Hal itu diungkapkan para Demonstran yang tergabung dalam Aliansi Palu Bersatu(APB), saat melakukan aksi didepan Markas Kepolisian Daerah(Mapolda) Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Jum’at( 09/11/18).

Seperti dilansir dari Suaraindependent.id, jum’at(09/11/18), Koodrinator Lapangan(Korlap) Saiful Islam SH dalam orasinya mengungkapkan, seharusnya saat Gempa pertama pukul 14.00 Wita berkekuatan 5,9 SR mengguncang Palu, WaliKota Palu berkewajiban mengambil tindakan penyelamatan dini terhadap warga, demi menghindari adanya korban jiwa.

Sebagaimana tertuang dalam UU No.31 Tahun 2009 tentang Meterologi, Klimatologi dan Geofisika, dan UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, serta dijabarkan dalam SOP tentang Pedoman Pelayanan Peringatan Dini Tsunami, semuanya menegaskan bahwa jika gempa berkekuatan diatas 5 SR maka Pemerintah Daerah wajib melakukan tindakan penyelamatan dini dengan mengevakuasi warganya.

Namun, Kata Korlap, WaliKota Palu mengabaikan kewajiban tersebut, pasalnya, sebelum Tsunami menerjang , beberapa kali terjadi gempa susulan rata-rata berkekuatan diatas 5 SR beruntun, SOP diabaikan. Bahkan, Gempa pertama dengan kekuatan 5,9 SR menggoncang Palu, BMKG telah mengirim informasi kepada Masyarakat dan Pemerintah Daerah.

” Saat BMKG sudah memberikan peringatan tentang gempa yang berpotensi tsunami, staf walikota telah menyampaikan kepada Walikota untuk mengambil tindakan penyelamatan dini. Namun Walikota Palu menjawab dengan nada angkuh dan ketus “Iko Tupu” (kamu Tuhan),” ungkap Korlap.

“Dapat dipastikan tidak akan menimbulkan banyak korban jiwa, jika sekiranya Walikota Palu melaksanakan kewajibannya untuk melakukan tindakan penyelamatan dini kepada warganya , demi menghindari adanya Korban gempa dan tsunami, sebagaimana dilakukan Bupati Donggala lewat Camat Sirenja yang melakukan penyalamatan kepada warga Sirenja sejak awal yaitu pukul 15.00 wita sore hari ,sehingga selamat dari bencana,” tegasnya.

Atas hal itu, APB menganggap WaliKota Palu melakukan pembiayaran, sehingga patut diduga melakukan tindakan pembunuhan massal.

“Fakta dan bukti-bukti menunjukkan sangat jelas, bahwa ada dugaan kesengajaan dan pembiaran yg dilakukan oleh Walikota Palu, yang membuat puluhan ribu jiwa mati dalam keadaan yg menggenaskan, olehnya, APB bersama tim Penasehat Hukum melaporkan Walikota Palu ke Polda Sulteng secara resmi,” urainya.

Dalam tuntutanya, APB mendesak Kapolri segera melakukan penindakam proses hukum terhadap WaliKota Palu, dan meminta kepada Presiden RI Cq Menteri Dalam Negeri agar segera memberhentikan WaliKota dan Wakil WaliKota Palu, Hidayat-Sigit dari Jabatanya. (Sup)

Untuk diketahui,
Berikut ini daftar kejadian gempa beruntun yang mengguncang kawasan Kabupaten Donggala dan Kota Palu, Jumat (28/09/18) lalu, mulai pukul 14.00 Wita hingga sekitar pukul 18.06 Wita, sebagaimana data BMKG:

1. Gempa pukul 14.00 WIB dengan kekuatan 5,9 SR. Pusat gempa di kedalaman 10 Km dan pada arah 8 km Barat Laut Donggala.

2. Gempa pukul 14.28 WIB dengan kekuatan 5,0 SR. Pusat gempa di kedalaman 10 Km dan pada arah 10 km Timur Laut Donggala.

3. Gempa pukul 15.25 WIB dengan kekuatan 5,3 SR. Pusat gempa di kedalaman 10 Km dan pada arah 11 kkm Timur Laut Donggala.

4. Gempa pukul 17.02.44 WIB dengan kekuatan 7,7 SR. Pusat gempa di kedalaman 10 Km dan pada arah 27 km Timur Laut Donggala.

5. Gempa pukul 17.02.45 WIB dengan kekuatan 7,4 SR. Pusat gempa di kedalaman 10 Km dan pada arah 25 km Timur Laut Donggala

6. Gempa pukul 17.14 WIB dengan kekuatan 6,1 SR. Pusat gempa di kedalaman 10 Km dan pada arah 58 km Timur Laut Donggala.

7. Gempa pukul 17.25 WIB dengan kekuatan 5,9 SR. Pusat gempa di kedalaman 10 Km dan pada arah 12 km Tenggara Kota Palu.

8. Gempa pukul 17.39 WIB dengan kekuatan 5,5 SR. Pusat gempa di kedalaman 11 Km dan pada arah 13 km Tenggara Donggala.

9. Gempa pukul 17.47 WIB dengan kekuatan 5,0 SR. Pusat gempa di kedalaman 9 Km dan pada arah 9 km Tenggara Donggala.

10. Gempa pukul 17.50 WIB dengan kekuatan 5,9 SR. Pusat gempa di kedalaman 10 Km dan pada arah 23 km Timur Laut Kota Palu.

11. Gempa pukul 18.06 WIB dengan kekuatan 5,4 SR. Pusat gempa di kedalaman 10 Km dan pada arah 18 km Tenggara Sigi, Sulawesi Tengah. (Arm)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.