Home Ekonomi Produktivitas Pedagang Somay Kampung Nelayan

Produktivitas Pedagang Somay Kampung Nelayan

1240
0
SHARE

Palu, Alkhairaat.com – Wilayah tepi laut yang saat ini sangat diganrungi oleh kaum muda kota palu yakni kampung nelayan yang akrab disebut Kamnel turut ramai oleh para padangan somay.

Salah satu pedangang ibu samsiar (35) mengaku telah berjualan selama tiga bulan dan hasil dari usaha ini cukup untuk kebutuhan keluarga.

“Saya sudah sekitar 3 bulan berjualan dan hasil dari penjualan ini per harinya itu berkisar 400 ribu pada hari Senin hingga Sabtu tapi pada hari Minggu bisa mencapai 600 ribu dan itu cukup untuk keperluan hidup keluarga” bebernya saat di temui di gerobak jualannya di tepi pantai kampung nelayan palu timur, minggu (23/10/2022).

Ia melihat peluang usaha ini karena menurutnya wilayah kampung nelayan ini hampir setiap harinya ramai dikunjungi oleh anak-anak muda sehingga cocok jika memulai usaha di tempat tersebut.

“Saya mengambil usaha ini karena terus terang wilayah kampung nelayan ini Selalu ramai hampir setiap harinya maka dari itu saya berjualan somay ya tentunya itu juga menjadi makanan favorit anak-anak muda di kota Palu dan alhamdulillah itu sesuai dengan apa yang saya harapkan” ucap ibu samsiar.

Salah satu pembeli yang juga mahasiswa pendidikan sejarah Universitas Tadulako Nurfadila dan Herlina turut antusias menikmati jajanan dari ibu samsiar.

“Jajanan siomay yang ada ini harganya pas untuk di kantong mahasiswa seperti kami selain itu rasanya juga enak cocok lah sebagai cemilan sambil nongkrong di pantai Kamnel sambil menikmati matahari sore,” Ucapnya Nurfadila.

Selain itu Herlina juga mengharapkan agar para pelaku usaha kecil seperti turut menjadi perhatian pemerintah sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Tentunya usaha kecil seperti ini perlu mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah karena hal-hal yang demikian bisa turut membantu perekonomian masyarakat serta dapat meningkatkan kesejahteraan dan dapat mengurangi angka kemiskinan yang ada di wilayah kita terkhusus di kota Palu” tutup herlina mahasiswa sejarah itu. (MTG)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.