Home Sosbud Pengungsi Lokasi Gedung Taekwondo Palu Masih Hidup di Tenda-tenda

Pengungsi Lokasi Gedung Taekwondo Palu Masih Hidup di Tenda-tenda

548
0
SHARE
Burhan (54) korban bencana yang masih bertahan di tenda pengungsian, area Gedung Taekwondo, jalan RE Martadinata, Kota Palu. Foto : Mastang

Palu, Alkhairaat.com – Korban bencana alam  berupa gempa, tsunami dan likuefaksi  terjadi 28 September 2018 di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) hingga kini masih banyak hidup di tenda-tenda pengungsian.

Seperti yang dirasakan Burhan (54) serorang warga Talise korban bencana yang sampai saat ini masih bertahan di tenda seadanya. Ia bersama istri dan ke empat anaknya belum bisa pindah ke hunian sementara(Huntara) meskipun dibeberapa tempat tenda di Kota Palu, para pengungsi sudah beralih ke Huntara.

“Saat ini saya sudah mau masuk sembilan bulan di tenda pengungsian tapi belum juga mendapatkan Huntara. Pengungsi wilayah Tondo, Mamboro, Silae sudah  mendapatkan Huntara, sementara kami warga Talise sampai hari ini belum mendapatkan bantuan Huntara,” ujar Burhan, saat ditemui di tenda pengungsian, jalan RE Martadinata, Kota Palu, Sabtu(22/06/2019).

Burhan mengaku,  sebelumnya pihak Dinas Sosial Provinsi Sulteng berkujung ke lokasi pengungsian tersebut dan menyampaikan lima hari lepas lebaran Idul Fitri 1440 H mereka akan dipindahkan ke Huntara.  Ditambah ada penerimaan dana tunjangan per kepala dari Kementerian Sosial, tapi sampai hari ini bantuan tersebut belum diberikan.

Demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia bekerja sebagai tukang bangunan dengan penghasilan kisaran 40 hingga 65 ribu per hari.

“Tapi sampai hari ini bantuan tersebut belum diberikan. Kami berharap perhatian pemerintah terhadap kondisi para pengungsi utamanya yang tinggal di area Gedung Taekwondo,”harap Burhan. (MTG)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.