Home Sosbud Pengungsi Likuefaksi di Balaroa Berharap Bisa Segera Pindah ke Huntara

Pengungsi Likuefaksi di Balaroa Berharap Bisa Segera Pindah ke Huntara

645
0
SHARE
Rismawati salah satu korban Likuefaksi di Kelurahan Balaroa hingga saat ini masih bertahan di tenda pengungsian. Foto : Fitri

Palu,Alkhairaat.com –  Meskipun sudah  8 (delapan) bulan pasca bencana alam likuefaksi terjadi di Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Jumat(28/09/2018) lalu, hingga kini masih terdapat ratusan korban yang tinggal di tenda pengungsian.

Meskipun sudah banyak yang pindah ke Hunian sementara (Huntara) di lokasi kelurahan Pengawu, namun sampai saat ini masih berkisar 400 jiwa  menempati tenda pengungsian di area kelurahan Balaroa itu.

Rismawati (37) salah satu pengungsi mengatakan, setelah beberapa bulan bertahan di tenda pengungsian, kini tempat berbahan tepal itu sudah tidak lagi memberikan kenyaman untuk di huni, sebab sudah banyak yang bocor.

Seperti pengungsi lainnya, Rismawati menuturkan,  ia bersama keluarga sebelumnya telah berinisiatif pindah ke Huntara di Pengawu, namun saat mengantarkan berkkas pendaftaran huntara selalu di tolak dengan dalil kuota penuh.

” Kita pigi mendaftar disana tidak diterima di Huntara Pengawu. Sudah dua kali saya masukan berkas,” ungkap dia,kepada Alkhairaat.com, Jumat(24/05/2019).

” Kita tunggu sampai satu bulan, setelah dicek kembai, mereka bilang full, padahal berkasnya kita sudah masuk semua,” Tambah Rismawati.

Ibu dari 4 (empat) anak itu berharap, pemerintah lebih memberikan perhatian kepada masyarakat yang masih berada di tenda pengungsi agar segera menempati hunian sementara (Huntara) maupun hunian tetap (Huntap). (FIT).

 

 

 

 

 

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.