Home Internasional MUI Sesalkan Kasus Deportasi Ustad Abdul Somad di Hongkong

MUI Sesalkan Kasus Deportasi Ustad Abdul Somad di Hongkong

209
0
SHARE

Alkhairaat.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI), melalui Wakil Ketua Umumnya, Zainut Tauhid Saadi, menyesalkan deportasi yang dilakukan oleh Pemerintah Hongkong terhadap Ustad Abdul Somad.

“MUI prihatin atas kejadian yang menimpa Ustad Abdul Somad. Semoga beliau sabar dan mengambil hikmah dari peristiwa tersebut,” ungkapnya, dilansir dari Antaranews.com, Ahad (24/12).

Saadi meyakini, deportasi yang dialami Ustad Abdul Somad terjadi akibat kesalahpahaman dan informasi kurang lengkap yang dimiliki pihak otoritas imigrasi di Hongkong tentang profil ustad yang saat ini sedang tenar di kalangan umat Islam di Tanah Air tersebut.

Menurut Saadi, kasus deportasi pada dasarnya lazim terjadi di dunia keimigrasian. Sebelumnya, kejadian serupa juga pernah menimpa mantan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, yang ditolak masuk ke Amerika Serikat (AS) akibat kesalahan informasi intelijen dan imigrasi.

“Saya kira masih banyak kejadian serupa yang menimpa warga negara Indonesia lainnya,” terangnya.

Ustad Abdul Somad dijadwalkan menyampaikan tausiah di Hongkong pada 24-25 Desember 2017. Lewat akun Instagramnya, Ustad Abdul Somad telah menyampaikan klarifikasi terkait kebijakan deportasi yang ia alami sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada panitia yang telah mengundangnya ke Hongkong. (Mat)

KLARIFIKASI TENTANG KUNJUNGAN KE HONGKONG 1. Saya sampai di Hongkong pukul 15.00 WIB (jam tangan belum saya rubah) 2. Keluar dari pintu pesawat, beberapa orang tidak berseragam langsung menghadang kami dan menarik kami secara terpisah; saya, Sdr. Dayat dan Sdr. Nawir. 3. Mereka meminta saya buka dompet. Membuka semua kartu-kartu yang ada. Diantara yang lama mereka tanya adalah kartu nama Rabithah Alawiyah (Ikatan Habaib). Saya jelaskan. Di sana saya menduga mereka tertelan isu terorisme. Karena ada logo bintang dan tulisan Arab. 4. Mereka tanya-tanya identitas, pekerjaan, pendidikan, keterkaitan dengan ormas dan politik. Saya jelaskan bahwa saya murni pendidik, intelektual muslim lengkap dengan latar belakang pendidikan saya. 5. Lebih kurang 30 menit berlalu. Mereka jelaskan bahwa negara mereka tidak dapat menerima saya. Itu saja. Tanpa alasan. Mereka langsung mengantar saya ke pesawat yang sama untuk keberangkatan pukul 16.00 WIB ke Jakarta. 6. Kita hanya bisa berusaha dan berdoa. Qaddarallah, ada hikmah di balik itu semua. 7. Kepada sahabat-sahabat panitia jangan pernah berhenti menebar kebaikan di jalan da'wah. 8. Mohon maaf tidak terhingga buat sahabat-sahabat pahlawan devisa negara di Hongkong. 9. Semoga tulisan singkat ini mampu menjadi klarifikasi. 6 Rabiul Akhir 1439 24 Desember 2017 Abdul Somad

A post shared by Ustadz Abdul Somad (Official) (@ustadzabdulsomad) on

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here