Home Sulawesi Tengah Metode Kerja PT. NK Terkesan Serampangan di Proyek Rp 165 M

Metode Kerja PT. NK Terkesan Serampangan di Proyek Rp 165 M

47
0
SHARE

Palu, Alkhairaat.com- Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelontorkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2020 sebesar Rp 165 miliar.

Di mana APBN itu digelontorkan melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XIV Palu untuk paket proyek Paket proyek ruas Jalan Tompe-Dalam Kota Palu-Surumana di Sulawesi Tengah (Sulteng) dengan panjang 50 kilometer dan penangan rutin 6, 72 km yang digarap oleh perusahaan Badan Usahan Milik Negara (BUMN) PT. Nindya Karya (NK).

Menurut Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LMS) Pijar Sulteng, Rully Hadju besaran anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah terindikasi tidak sesuai metode teknis dan kondisi pekerjaan di lapangan. Salah satu item yang mendapat sorotan adalah metode pengerjaan saluran drainase yang menggunakan u ditch pra cetak.

Rully menduga, cara kerja PT. NK tidak sesuai standar spesifikasi dan terkesan dikerjakan secara serampangan alias amburadul. Di mana PT. NK dalam mengerjakan drainase diduga tidak melakukan pemadatan dan pembersihan galian.

“Sepengetahuan Kami, sebelum penggalian oleh alat berat, air di dalam saluran harusnya dikuras pakai mesin penyedot air. Kemudian sebelum pemasangan u ditch, ada pembersihan saluran dan pemadatan,” ungkap Rully, Jumat (15/01/2021).

Namun yang terjadi di lapangan, dugaannya alat berat berupa excavator dari PT. NK langsung menggali saluran tanpa ada pengalihan atau dilakukan penyedotan terlebih dahulu menggunakan mesin alkon. Seperti yang terjadi di Jalan Diponegoro Palu Barat, Kota Palu. Usai alat berat menggali saluran, tulangan besi untuk u ditch pra cetak langsung dimasukan ke dalam saluran yang masih ada genangan air.

“Dugaan kami, besinya dimasukan, kemudian semen cornya dicurah ke tulangan besi yang sudah didesign bentuk u ditch,” katanya.

Menurut Rully, jika hal ini dibiarkan terus menerus maka mutu dan kualitas pekerjaan PT. NK tidak bertahan lama, serta azas manfaatnya tidak dirasakan oleh masyarakat. Padahal begitu besar anggaran negara yang dikeluarkan dengan tujuan supaya mutu dan kualitasnya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat di Kota Palu.

Ia mendesak kepada pihak BPJN jangan hanya diam atas kondisi ini. Pasalnya proyek tersebut bertujuan untuk memperbaiki infrastruktur, apalagi infrastruktur di Sulteng, khususnya Kota Palu porak poranda akibat bencana gempa, tsunami, dan likuifaksi 28 September 2018 silam.

Rully berharap agar pihak-pihak terkait tidak memanfaatkan kerusakan infrastruktur di daerah ini pascabencana yang kemudian dijadikan ladang proyek untuk meraih keuntungan. Terlebih lagi yang mengerjakan mega proyek tersebut adalah BUMN yang seharusnya menjadi contoh baik bagi perusahaan kontraktor swasta.

Sebelumnya, General Manager PT. NK, Yohanes yang ditemui di kantornya menjelaskan sudah melaksanakan pekerjaan sesuai petunjuk teknis yang berlaku. Namun, Ia mengakui bahwa dalam pengerjaan saluran drainase tidak diwajibkan melakukan pemadatan sebelum pemasangan u dicth pra cetak.

Pihaknya bekerja bekerja per spot, misalnya pada galian drainase terdapat masih ada air, maka air tersebut dikuras. Sebab pakerja tidak akan melanjutkan aktivitas kerja atau pengecoran bilama masih ada air dalam saluran drainase. Kemudian jelas Yohanes, setelah semua proses itu selesai, dalam galian saluran itu dibuat lantai kerja dan pembersihan, lalu dipasang u ditch pra cetak.

“Karena metode kerjanya. Jadi yang digali-gali itu kan misalnya lebarnya satu meter misalnya, kita kan enggak mungkin gali satu meter,” katanya.

Sementara Pejabat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPJN Wilayah II, Rhismono yang dikonfirmasi via pesan aplikasi WhatsApp, Jumat (15/01/2021), mengaku sedang sibuk diperintah oleh Bepala BPJN untuk tangani bantuan bagi korban gempa di Sulbar.

“Tapi mohon ijin, saya dapat perintah kepala balai untuk menangani bantuan ke Sulbar. Terima kasih infonya, nanti kita diskusi,” tulis Rhismono.

Ia juga meminta sebaiknya media menanyakan perihal tersebut kepada pihak PT. NK agar mendapat penjelasan lebih detil soal kondisi pengerjaan proyek tersebut.

“Kalau ingin segera dapat info, silahkan ke kantor direksi PT. NK di Tondo, supaya dapat penjelasan,” katanya. (***)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.