Home Religi Menyambut Kemerdekaan RI Ke 73, Ribuan Ulama dan habib Hadiri Dzikir Akbar

Menyambut Kemerdekaan RI Ke 73, Ribuan Ulama dan habib Hadiri Dzikir Akbar

73
0
SHARE

Jakarta, Alkhairaat.com – Dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 73, Majelis Dzikir Hubbul Wathan (MDHW) Menggelar Dzikir Akbar bersama ribuan Ulama dan Habib se Nusantara, di Istana Negara, Rabu (01/08).

Kegiatan tersebut dihadiri Presiden Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua MUI Ma’ruf Amin, Ketua MDHW Musthofa Aqil Siradj, Menkopolhukam Wiranto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Muhammad Tito Karnavian dan para Kiyai.

Ketua MDHW Musthofa Aqil Siradj, mengatakan Dzikir yang melibatkan sejumlah umat Islam dari berbagai Daerah itu dimaksudkan untuk mendoakan Bangsa agar senantiasa berada pada situasi yang aman dan damai serta terhindar dari sejumlah persoalan yang akan mengancam persatuan dan kesatuan Indonesia.

“Olehnya kehadiran para ulama, kehadiran para habaib, dan kehadiran para kiyai diistana ini luar biasa, guna mengajak kita semua untuk mengetuk pintu langit agar Allah menurunkan kepada Bangsa kita ini, menjadi Bangsa yang penuh rahmat, damai dan maju,” ujar Ketua MDHW.

Pada kesempatan yang sama, Presiden jokowi mengatakan pentingnya persatuan umat Islam ditengah kisruh perpecahan umat yang sengaja dilakukan oleh kelompok tertentu. Menurut Jokowi Indonesia merupakan Negara besar, yang terdiri dari berbagai suku, adat istiadat dan agama.
” Itu kesemuanya merupkan anugerah yang diberikan oleh Allah dan patut kita syukuri,” ucap Presiden saat menyampaikan sambutan.

Secara demografi jumlah penduduk Indonesia berkisar 263 juta, dibadingkan jumlah penduduk Malaysia hanya kurang lebih 31 juta. Sehingga perlu menyadari bahwa Bangsa kita sangat besar, yang rakyatnya tinggal di 17 ribu Pulau terdiri dari 714 suku.

“Saya tanya ke Presiden Afganistan. Ada berapa suku di Afganistan? hanya 7 Suku. Kita 714 Suku,” kata Jokowi.

Olehnya. Kata Jokowi, kita harus menjaga persatuan dan persaudaraan. karena, astet terbesar Negara kita selain dari Sumberdaya alam adalah persatuan.

Segaris dengan hal itu, Muhammad Latjintji salah satu peserta yang hadir di Dzikir akbar itu, mengatakan ditengah situasi umat Islam di Indonesia yang mulai berpotensi terpecah belah akibat rongrongan dari berbagai faham Eksternal. Dzikir akbar dan doa bersama yang digelorakan MDHW merupakakan sarana yang tepat untuk memperteguh ukhuwa Islamiyah.

“MDHW ini diharapkan dapat menjadi sarana memperteguh ukhuwah Islamiyah dan rasa kecintaan terhadap Negeri ini,” ujar Muhammad Latjintji. (Bay

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.