Home Religi Majelis Akbar Ar-Rawdhah, Ratusan Muslim Penuhi Masjid Alkhairaat

Majelis Akbar Ar-Rawdhah, Ratusan Muslim Penuhi Masjid Alkhairaat

181
0
SHARE
Masjid Alkhairaat Pusat, Jalan SIS Aljufri, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah.

Alkhairaat.com – Ratusan umat Muslim di sekitar Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, mendatangi Masjid Alkhairaat untuk mengikuti kegiatan Majelis Akbar Ar-Rawdhah.

Irwandi S. Nurhamidin, selaku Sekretaris Panitia, mengatakan, Majelis Akbar Ar-Rawdhah yang dipimpin oleh Habib Idrus bin Ali Alhabsyi akan digelar secara rutin setiap bulan sekali dengan mengundang seluruh majelis yang ada di Kota Palu.

“Majelis Akbar Ar-Rawdhah ini, tepatnya pada bulan November, telah dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Alkhairaat, Habib Ali bin Muhammad Aljufri, dan ini sudah bulan kedua dalam pelaksanaannya dan akan diadakan setiap bulan sekali dengan mengundang imam masjid dan seluruh majelis yang ada di Kota Palu,” jelas Irwandi.

Habib Umar bin Ali al-Saggaf saat menyampaikan tausiah di Majelis ar-Rawdhah, Masjid Alkhairaat, Kota Palu, Ahad (31/12/2017). (Foto: Alkhairaat.com/Mashur)

Berbeda dengan bulan sebelumnya, pada bulan kedua ini, nampak majelis akbar tersebut dibanjiri umat Islam.

Habib Umar bin Ali al-Saggaf, salah satu pemberi nasehat pada kegiatan majelis Akbar ini, mengingatkan kepada jamaah yang hadir berkaitan tentang buruknya dampak peringatan malam tahun baru di tengah masyarakat saat ini.

“Mengingat pada malam ini adalah malam tanggal 31 Desember, maka saya sampaikan kepada jamaah bahwa yang merayakan malam ini sesungguhnya bukan termasuk dari umat Nabi Muhammad SAW. Sungguh malam ini adalah malamnya setan, karena pada malam ini maksiat bertebaran di berbagai tempat,” ungkap Habib Umar saat menyampaikan tausiah, Ahad (31/12/2017) malam.

Habib yang didatangkan dari Manado, Provinsi Sulawesi Utara ini juga menjelaskan bahwa salah satu maksiat yang terjadi pada malam ini adalah lelaki dengan wanita yang bukan muhrimnya bergandengan tangan.

“Sungguh mereka telah mengingkari ajaran Nabi Besar Muhammad SAW. Mengaku umat Islam, namun bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya,” tegas Habib Umar.

Majelis yang dirangakaikan dengan pembacaan Mawlid Simth al-Durar (Maulid al-Habsyi), tausiah para ustaz dan habaib serta zikir akbar tersebut dihadiri ratusan jamaah serta berjalan khidmat. Jamaah yang hadir tampak khusyuk mengikuti majelis yang diisi dengan pembacaan kasidah-kasidah oleh santri Pondok Pesantren Darul Mustafa lil Khayraat, Kota Palu. (Syur)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.