Home Pendidikan Mahasiswa MPI IAIN Palu Gelar Dialog Kebangsaan

Mahasiswa MPI IAIN Palu Gelar Dialog Kebangsaan

719
0
SHARE
Panitia Mahasiswa HMJ Manajemen Pendidikan Islam IAIN Palu berpose bersama narasumber di Auditorium IAIN Palu (Foto: Alkhairaat.com/Supardi)

Alkhairaat.com – Komunitas Nusantara Sulteng bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Pendidikan Islam (HMJ MPI), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, menggelar dialog kebangsaan dengan tema memperkokoh peran mahasiswa dalam bingkai kebhinekaan di era milenial.

Kegiatan yang berlangsung di Gendung Auditorium IAIN Palu, Senin (18/12), itu dibuka resmi oleh Rektor IAIN ,Prof. Dr. Zainal Abidin, dan dihadiri ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Tengah(Sulteng).

Ketua HMJ MPI, Agus Prastiyo, mengatakan, persoalan yang dihadapi pemuda di era milenial saat ini, yaitu kemerosotan perilaku.

Menurut Agus, tren digitalisasi telah banyak mempertontonkan hal- hal yang justru merusak moralitas pemuda.

“Kita lihat banyak yang diperlihatkan tentang kriminalisasi dan hal yang tidak senonoh,” ucapnya kala menyampaikan sambutan.

Padahal, kata Agus, jantung bangsa berada pada pemuda.
“Jadi, untuk menjadi bangsa yang maju, pemuda harus mempuyai generasi yang baik, ” pungkas Agus.

Senada dengan hal di atas, Rektor IAIN Palu mengatakan, sebagai warga Indonesia, kita harus menerima perbedaan.
Karena, menurutnya, kemajemukan merupakan ketetapan Tuhan. “Berbeda-beda itu sunnatullah. Kita membutuhkan perekat untuk mempersatukan perbedaan-perbedaan yang ada. Kita sepakat, perekat itu adalah Pancasila dan UUD 1945,” ungkapnya.

Zainal juga menekankan, dalam kehidupan yang majemuk, pemuda harus memiliki keperibadian saling menghargai. Meski demikian, Rektor IAIN Palu itu menggarisbawahi bahwa menghargai bukan berarti mengakui.

Sementara itu, Ketua Komunitas Nusantara Sulteng, Irvan DJ Nouk, mengatakan, peran mahasiswa di era milenial sekarang ini tidak perlu lagi memperdebatkan perbedaan yang ada.

“Kita tidak perlu lagi mempertanyakan agamamu apa, partaimu apa, kampusmu apa dan jurusanmu apa, ” ucapnya saat menyampaikan materi.

Menurutnya, pemuda hari ini harus melihat aspek produksi yang memiliki nilai jual di masyarakat.

Irvan mengatakan, di era kemajuan digitalisasi dalam situasi kebhinekaan sekarang ini pemuda dituntut mampu kreatif.

“Banyak pemuda hari ini yang mengasilkan jutaan rupiah lewat penjualan daring,” ucap Irvan. (Sup)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.