Palu, Alkhairaat.com – Menjelang perayaan Milad ke-19 Lingkar Studi Aksi dan Demokrasi Indonesia (LS-ADI), panitia pelaksana menggelar agenda “Pramilad” berupa diskusi dengan instansi terkait serta konsolidasi kader. Kegiatan ini menjadi pembuka dari rangkaian peringatan yang mengusung tema besar “19 Tahun LS-ADI: Kembali ke Khittah Perjuangan”.
Ketua Panitia Milad ke-19 LS-ADI, Nuranisah, menyatakan bahwa seluruh persiapan telah mencapai kesiapan penuh. Ia menekankan bahwa Milad tahun ini bukan sekadar seremoni ulang tahun, melainkan momentum refleksi mendalam untuk mengembalikan organisasi ke jalur perjuangan awalnya.
“Tema ‘Kembali ke Khittah Perjuangan’ adalah ajakan moral dan politis bagi seluruh kader untuk menengok kembali jati diri LS-ADI, yaitu berpihak pada rakyat, menjaga idealisme, serta konsisten memperjuangkan keadilan sosial dan demokrasi,” ujar Nuranisah dalam keterangannya, Senin (22/12/2025).
Rangkaian kegiatan utama dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa, 30 Desember 2025 hingga Kamis, 1 Januari 2026, berpusat di Sekretariat PB LS-ADI. Berbagai agenda telah disiapkan, meliputi:
- Diskusi Catatan Akhir Tahun.
- Refleksi perjalanan dan peran LS-ADI.
- Pembacaan sejarah dan nilai-nilai dasar organisasi.
- Dzikir dan doa bersama untuk korban bencana serta keselamatan bangsa.
- Konsolidasi internal kader dari berbagai pengurus daerah.
Nuranisah menambahkan bahwa selama 19 tahun, LS-ADI telah aktif mengawal isu-isu demokrasi dan advokasi masyarakat. Namun, tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut organisasi untuk melakukan evaluasi agar tetap relevan dalam menjawab persoalan rakyat.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Korps Perempuan LS-ADI (KORSA LS-ADI), Yulin Sulistianingsih, selaku pelaksana dan penanggung jawab kegiatan, mengajak seluruh kader dan alumni untuk menyukseskan acara ini.
“Semangat kembali ke khittah harus diwujudkan dalam praktik gerakan sehari-hari, tidak boleh berhenti pada peringatan simbolis semata,” tegas Yulin.
Melalui momentum ini, LS-ADI berharap dapat memperkuat solidaritas internal dan memperluas jejaring perjuangan demi mewujudkan perubahan sosial yang adil dan demokratis di Indonesia.(MTG)







