Home Ekonomi Gubernur Terima Uang Edisi Kemerdekaan : 1 Lembar Uang Untuk 1 KTP

Gubernur Terima Uang Edisi Kemerdekaan : 1 Lembar Uang Untuk 1 KTP

92
0
SHARE

Palu, Alkhairaat.com – Gubernur Sulteng Drs. H. Longki Djanggola, M.Si merasa bangga jadi pemilik uang Rupiah khusus, penanda tiga perempat abad (75 tahun) usia Kemerdekaan RI Tahun 2020.

Bertempat di ruang kerja, Selasa siang (18/8), gubernur 2 periode ini menerima satu lembar uang baru nominal 75 ribu dari perwakilan BI Sulteng.

Menurut pihak BI, uang edisi kemerdekaan itu hanya dicetak 75 juta lembar dan sisi uniknya ialah 1 penduduk hanya dapat memiliki 1 lembar uang.

Alias satu KTP hanya dapat ditukar dengan satu lembar uang 75 ribu Rupiah.

“Mudah-mudahan masyarakat bisa ikut memiliki uang baru pecahan khusus 75 ribu,” harap gubernur yang data NIK Beliau telah direkam sistem, sebagai bukti kepemilikan uang.

Adapun periode pemesanan penukaran, jadwal dan lokasi penukaran terdiri dari 2 (dua) tahap, yaitu :

Periode pemesanan penukaran tahap 1 (17 Agustus 2020 – 30 September 2020), dengan tempat penukaran di Kantor Pusat (KP) Bank Indonesia dan 45 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri di seluruh provinsi dan beberapa kota/kabupaten.

Periode pemesanan penukaran tahap 2 (1 Oktober 2020), dengan tempat penukaran di Bank Indonesia (KP dan perwakilan) dan Bank Umum yang ditunjuk.

Dengan syarat-syarat melakukan pemesanan dan penukaran uang pecahan 75 ribu ialah :

Warga Negara Indonesia;

Memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP);

Telah melakukan pemesanan melalui aplikasi PINTAR (https://pintar.bi.go.id);

Membawa KTP asli;

Membawa bukti pemesanan dalam bentuk hardcopy atau digital;

Melakukan penukaran pada waktu dan lokasi yang telah dipilih sesuai yang tertera pada bukti pemesanan;

Data nama dan NIK yang tercantum pada bukti pemesanan sesuai dengan KTP asli yang dibawa pada saat penukaran.***

Symber: Humas dan Protokol Setdaprov Sulteng

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.