Home Sosbud Gubernur Lepas Almarhum Yahya Patiro Keperistirahatan Terakhir

Gubernur Lepas Almarhum Yahya Patiro Keperistirahatan Terakhir

172
0
SHARE

Palu, Alkhairaat.com- Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola secara resmi melepas jenazah almarhum Yahya Patiro, keperistirahatan yang terakhir melalui upacara pelepasan oleh Tim Korpri Pemprov Sulteng, Selasa (27/10/2020).

Dalam sambutannya, gubernur menyampaikan duka yang mendalam dan berkabung atas berpulangnya orang tua yang sangat dikasihi dan sayangi, almarhum Yahya Patiro.

“Dalam catatan kami, almarhum merupakan salah satu putra terbaik daerah yang turut berjasa dalam perjuangan pembentukan Provinsi Sulawesi Tengah, selain itu dalam karir kepegawaiannya, almarhum pernah mengisi beberapa jabatan penting di daerah, yaitu sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Poso selama kurang lebih 8 tahun, pembantu gubernur wilayah barat Sulteng pada tahun 1999 dan setelahnya, menjabat sebagai Asisten Administrasi Sekretariat Daerah Provinsi Sulteng pada tahun 2000,” rinci Gubernur.

Bahkan setelah purnabakti pada tahun 2002, aktivitas yang kemudian almarhum geluti juga tidak pernah jauh dari urusan pemerintahan dan pengabdian, yaitu sebagai anggota DPRD Provinsi Sulteng periode 2004 dan sebagian besar waktunya juga dicurahkan untuk melayani jemaat dengan aktif dalam organisasi sinode gereja kristen Sulteng.

“Sehubungan dengan itu, atas nama pribadi dan Pemprov Sulteng, kami menyampaikan rasa duka dan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas kepergian almarhum yang merupakan suatu pergumulan berat disaat kita mesti memasrahkan kepergian orang yang paling berharga dalam kehidupan, untuk kembali ke pangkuan Tuhan Sang Maha Pencipta,” sebut Gubernur.

Walaupun anggota keluarga masih menaruh harapan yang besar atas kehadiran almarhum, tapi sayangnya keinginan itu tidak cukup menggoyahkan kehendak Tuhan, yang telah menjemput almarhum dengan kabar suka cita bahwa jiwanya akan dikumpulkan bersama para hamba yang lain, yang sudah menanti di sana, dimana keabadian, dan kebahagiaan menjadi jawaban hakiki atas segala amalan ketaatan dan kebaikan yang telah diperbuat almarhum selama mengabdi di dunia.

Untuk itu, gubernur meminta agar mengantar kepergian almarhum, orang tua yang disayangi dengan jalan mendoakan, dengan harapan almarhum senantiasa dimudahkan dan ditentramkan dalam peristirahatan yang abadi, serta semoga segala amalannya, menjadi keutamaan yang diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Kepada keluarga yang ditinggal semoga diberi penghiburan dan lindungan agar dapat segera bangkit dari ujian, sehingga dapat melanjutkan kehidupan dengan tetap berpegang pada iman dan keyakinan yang dianut,” katanya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, gubernur menyampaikan tak ada gading yang tak retak, demikian halnya dengan almarhum Yahya Patiro yang juga tidak luput dari segala kekurangan dan kelemahan.

“Olehnya dari tempat ini, kami mengajak kepada pelayat dan handai taulan sekalian, kiranya ikhlas memaafkan almarhum apabila pernah terjadi suatu kesalahan dan kelalaian yang kemudian mengakibatkan ketidaknyamanan dalam hubungan sosial diantara kita dengan almarhum,” harap Longki.

Menurutnya, semoga dengan jalan memaafkan dapat menolong dan menenangkan almarhum di alam sana, dan sebaliknya bagi yang memberi akan mendapat pahala kemuliaan serta semua dijauhkan dari hal-hal negatif.

Demikian pula, jika ada amanah ataupun tanggung jawab yang mesti dilaksanakan sepeninggal almarhum, maka kiranya itu jadi perhatian ahli waris keluarga untuk segera dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sesuai petunjuk keinginan almarhum.

“Akhirnya, dengan izin dan pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa, atas nama Pemprov Sulteng, dengan resmi saya melepas jenazah almarhum Bapak Yahya Patiro untuk diberangkatkan, menuju tempat peristirahatan yang terakhir. Selamat jalan almarhum Bapak Yahya Patiro, selamat beristirahat dalam tenang dan damai,” tutup gubernur.

Almarhum Yahya Patiro meninggalkan satu orang istri bernama Marie June Elisabeth Balebu, tiga orang anak yakni Shine Pintor Siolemba Patiro, Yopie Moria Imanuel Patiro dan Beatrix Sugiarti Silintowe Patiro serta 6 orang Cucu.

Turut hadir dalam pelepasan jenazah almarhum Yahya Patiro, gubernur Sulteng Longki Djanggola, anggota DPR RI, Matindas Rumambi, anggota DPD RI, Lucy Semen, asisten II Sekprov Sulteng Bunga Elim Somba, sekab Poso, Yanguluda serta pejabat dan tokoh masyarakat lainnya. (YP)

Sumber: Humas Pemprov Sulteng

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.