Home Sosbud Disdikbud Sulteng Gelar Sosialisai Pembentukan Komunitas Sejarah Lokal

Disdikbud Sulteng Gelar Sosialisai Pembentukan Komunitas Sejarah Lokal

198
0
SHARE
Para peserta Sosialisasi Pembentukan Komunitas Sejarah Lokal Sulawesi Tengah di Hotel Parama Su, Kota Palu, Selasa (29/8). (Foto: Supardi/Alkhairaat.com)

Palu, Alkhairaat.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), bekerjasama dengan Direkorat Sejarah, menyelenggarakan sosialisasi Pembentukan Komunitas Sejarah Lokal Sulawesi Tengah, di Hotel Parama Su, Kota Palu, Selasa (29/8).

Direktur Sejarah, Dr. Triyana, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diadakan berangkat dari keinginan Direktorat Jenderal Kebudayaan RI mengajak seluruh masyarakat terlibat guna membentuk komunitas kesejarahan sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah.

“Bagaimana nilai-nilai sejarah ini, kalau tidak dibantu oleh komunitas, pemerintah sendiri tidak mampu,” ujar Triyana di depan puluhan peserta sosialisasi yang terdiri dari guru sejarah, dosen, komunitas adat, dan tokoh adat dari seluruh Kabupaten di Sulteng.

Triayana mengatakan, pendidikan sejarah harus diminati seluruh masyarakat khususnya pemuda dan pelajar, karena hal tersebut dinilai sangat berperan penting dalam menumbuhkan rasa cinta terhadap Tanah Air.

“Kalau di luar negeri, mata pelajaran pertama itu bahasa, kedua matematika, baru sejarah. Kalau kita nggak, sejarah di urutan kesepuluh,” ujarnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, lanjut Triyana, Direktorat Sejarah memberikan lima program bantuan fasilitasi untuk komunitas kesejarahan yang ada di Sulteng, di antaranya memfasilitasi penulisan sejarah lokal.

Pada kempatan yang sama, salah seorang peserta dari kalangan akademisi, Muh. Sadig, menyampaikan sejumlah polemik sejarah di Sulteng yang bermuara pada kurangnya objektivitas dalam penulisan sejarah.

Menurutnya, banyak sejarah yang terjadi di Sulawesi Tengah yang tidak terungkap akibat kurangnya objektifitas tersebut. “Di Palu, ada sejarah perempuan yang membantu pendidikan, namun tidak pernah diungkap,” jelasnya.

Senada dengan pandangan Direktorat Sejarah, Sadig menilai, sejarah sangat penting bagi masa depan kehidupan berbangsa. Menurutnya, sejarah akan terus mengalami pengulangan meski oleh pelaku, di tempat, dan pada waktu yang berbeda.

Dengan pertimbangan tersebut, ia berharap agar program fasilitasi penulisan sejarah lokal dari Direktorat Sejarah dapat berjalan maksimal, sehingga mampu menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi masyarakat di Sulawesi Tengah. (Sup)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.