Home Bertia Terkini Bukan Garis Tangan, Ketua DPN Sulteng Sebut Kemiskinan Akibat Kelalaian Sistem

Bukan Garis Tangan, Ketua DPN Sulteng Sebut Kemiskinan Akibat Kelalaian Sistem

66
0
SHARE

Palu, Alkhairaat.com – Ketua Dewan Pertukangan Nasional (DPN) Sulawesi Tengah, Andri Gultom, menyampaikan kritik sosial tajam pada momentum Hari Buruh Internasional (May Day) 2026. Dalam agenda turun langsung menemui para pekerja informal, tukang bangunan, kuli, dan buruh harian, Andri menegaskan bahwa persoalan kemiskinan dan pengangguran bukan sekadar nasib atau garis tangan.

‎“Hari ini saya turun ke jalan, menemui para tukang, kuli, dan pejuang sektor informal lainnya. Di balik peluh mereka, saya menemukan semangat yang luar biasa dan harapan yang begitu kuat. Tapi permintaan mereka sebenarnya sederhana, hanya satu, lapangan kerja,” ujar Andri, Jumat (1/5/2026).

‎Menurutnya, peringatan May Day seharusnya menjadi alarm keras bagi pemerintah untuk mengevaluasi kinerja dalam membuka ruang ekonomi dan menekan angka pengangguran, khususnya di Sulawesi Tengah yang masih menghadapi tantangan ketimpangan ekonomi dan minimnya kesempatan kerja formal.

‎“Momentum May Day ini harus menjadi cermin besar bagi pemerintah. Berhentilah sejenak untuk introspeksi, sejauh mana keseriusan kalian dalam menurunkan angka pengangguran, khususnya di Sulawesi Tengah?” tegasnya.

‎Andri kemudian menyampaikan pandangannya bahwa kondisi sosial masyarakat sangat dipengaruhi oleh arah kebijakan publik dan keberpihakan pengambil keputusan.

‎“Saya tetap pada keyakinan teguh bahwa kemiskinan, pengangguran, dan pembodohan itu diciptakan. Begitu pula sebaliknya, kesejahteraan dan kemakmuran juga diciptakan,” katanya.

‎Ia menilai, pihak yang memiliki kewenangan sekaligus tanggung jawab besar dalam menciptakan perubahan adalah pejabat publik, baik di pemerintahan maupun lembaga legislatif.

‎“Siapa yang menciptakannya? Mereka yang sedang mengemban amanah rakyat, baik yang duduk di kursi pemerintahan maupun di kursi perwakilan,” lanjutnya.

‎Ketua DPN Sulteng itu juga menekankan bahwa kesejahteraan rakyat tidak lahir dari slogan, tetapi dari kebijakan nyata yang berpihak pada masyarakat kecil, pekerja informal, dan kelompok rentan ekonomi.

‎“Kesejahteraan bukan hadiah dari langit, melainkan hasil dari kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil. Jangan biarkan harapan mereka layu karena kelalaian sistem,” ujarnya.

‎Menutup pernyataannya, Andri mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan Hari Buruh sebagai momentum memperjuangkan keadilan sosial dan perluasan lapangan kerja.

‎“Selamat Hari Buruh. Mari ciptakan keadilan, bukan pengangguran!” pungkasnya.(MTG)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.