Home Sulawesi Tengah Begini Kisah Gerindra di Sulteng Hingga Lahirkan Gubernur Pertama

Begini Kisah Gerindra di Sulteng Hingga Lahirkan Gubernur Pertama

61
0
SHARE

Palu, Alkhairaat.com- Sekertaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, Ahmad Muzani menegaskan bahwa kader partai Gerindra harus solid secara organisasi. Sebab, sejak berdirinya partai besutan Prabowo Subianto 12 tahun silam ini seluruh kader tetap kuat dan solid, walau bagaimana pun dinamikanya yang terjadi di internal.

Ketika keputusan Prabowo selaku Ketua Dewan Pembina dan Ketua Umum sudah keluar, maka seluruh kader dari DPP, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi, Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan, sampai di tingkat Ranting Desa dan Kelurahan wajib tunduk dan patuh.

Hal itu ditegaskan Muzani saat Konsolidasi dan Temu kader Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) yang dihadiri Ketua OKK DPP Gerindra, Prasetyo Hadi dan ratusan kader Gerindra dari kabupaten dan kota se Sulteng di sebuah hotel di Kota Palu, Rabu (18/11/2020).

Muzani menuturkan, perjalan panjang Partai Gerindra secara nasional sangat menggembirakan lantaran mendapat respon positif dari rakyat karena dalam momentum pemilihan umun dilangsungkan, Gerindra selalu meraup suara yang cukup signifika khusus di Sulteng.

Menurutnya, dinamika Gerindra cukup menarik, sebab kepemimpinan seorang Alimuddin Pa’ada terjadi transisi, yakni Alimuddin Pa’ada dari Ketua DPD Sulteng digantikan oleh seorang Longki Djanggola. Yang menarik dan ini berbeda dengan banyak partai, ketika Alimuddin Pa’ada menyerahkan jabatan kepada Longki Djanggola.

“Dengan legowo dengan ikhlas beliau mengatakan kalau pak Longki saya rela. Maka berproseslah dari pak Alimuddin Pa’ada ke pak Longki,” tandas Muzani.

Ia mengatak kalau partai lain sudah gontok-gontokkan, bisa berpotensi saling lempar meja dan kursi. Namun, kejadian seperti itu tidak ada dan bukan menjadi tradisi di Gerindra. Sudah 12 tahun Gerindra berdiri, kongresnya berulang kali dilaksanakan tetapi semuanya berjalan aman dan lancar.

Ini yang menyebabkan Partai Gerindra menjadi besar, menjadi kuat, ini yang menyebabkan kepercayaan diri seluruh kader bahwa Gerindra memang partai kuat. Oleh sebab itu tegas Muzani, seluruh kader menerima apa pun yang menjadi keputusan partai, sebab keputusan itu membuat kader solid dan percaya diri bahwa partai ini menjadi kuat.

“Lembaganya solid, kadernya solid, infrastrukturnya kuat, orientasi perjuangannya jelas, tujuan perjuangannya jelas, langkah-langkahnya terukur,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Muzani, kader Gerindra menjadi besar sepeda karena perjuangan banyak orang. Di Sulteng mejadi seperti ini menempatkan Longki Djanggola sebagai gubernut selama dua parionde, bupati dan guberbur di Sulteng.

Perjuangan itu muncul dari para ranting, perjuangan para PAC, para DPC, perjuangan Angota DPRD kabupaten dan kota. Para calon bupati dan wali kota mereka pun sama. Kadang-kadang mereka berjuang sendiri dengan biaya sendiri, meskipun perjuangan mereka tidak diperhatikan. Mereka berjuang demi Partai Gerindra, namun dengan keterbatasan itu mereka tetap kuat dan solid.

Dengan militansi seperti itulah sehingga menjadikan kader Gerindra di seluruh Indonesia kuat dan solid. Oleh sebab itu, apa pun yang menjadi keputusan Partai, keputusan Ketua Dewan Pembina sekaligus Ketua Umum, maka seluruh kader patuh dan tunduk demi menjaga marwah partai.

Sementara itu, mantan Ketua DPD Gerindra, Alimuddin Pa’ada mengaku terharu atas pesatnya perkembangan partai hingga saat ini. Ia membenarkan apa yang sudah diceritakan oleh Sekjen Ahmad Muzani ihwal proses berdirinya Gerindra Sulteng.

“Ternyata apa yang dulu saya perbuat untuk partai, menjadi perhatian tersendiri oleh DPP. Dan itu membuat saya semakin yakin dalam perjuangan ini,” jelas Alimuddin. (***)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.