Home Uncategorized Anwar Hafid: Jangan Tunggu Rakyat Kelaparan Baru Pemerintah Bertindak

Anwar Hafid: Jangan Tunggu Rakyat Kelaparan Baru Pemerintah Bertindak

496
0
SHARE

Palu, Alkhairaat.com – Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Drs. H. Anwar Hafid, M.Si mengatakan, dalam rangka membantu pemerintah untuk mencegah penyebaran virus Corona, kader partai Demokrat kembali menunjukan kepeduliannya kepada warga, dengan membagikan ribuan masker dan ratusan alat perlindungan diri (APD) di Sulteng.

“Dalam program Demokrat membantu pemerintah untuk mencegah penyebaran virus Corona kita sudah bagi-bagikan masker dan APD, kalau masker yang terbagi sekitar 20.000 kemudian APD sekitar 400,” kata Anwar Hafid kepada Alkhairaat.com, Kamis (23/04/2020).

Anggota DPR-RI ini menyampaikan bahwa kader Partai Demokrat menginisiasi pembagian APD di sejumlah rumah sakit dan puskesmas serta melakukan penyemprotan hand sanitizer.

“Pembagian APD salah satunya di puskesmas moutong kemudian penyemprotan hand sanitizer di lakukan oleh teman-teman kader Demokrat secara berkesinambungan terus di 13 Kabupaten dan Kota. Semua kader Demokrat melakukan hal yang sama secara berkesinambungan,” imbuhnya.

Menurutnya, pemerintah hari ini menghadapi dua tugas.

“Tugas pertama adalah menjaga rakyat dari Covid-19, yang kedua yaitu menjaga rakyat agar tidak kelaparan,” katanya.

Lanjut Anwar, dua tugas tersebut berat di hadapai karena di satu pihak menjaga masyarakat dari virus Corona sehingga tidak mewabah khususnya di Sulteng.

Dalam kesempatan tersebut ia menyampaikan, bahwa sudah tiba saatnya pemerintah harus membatu rakyat dalam hal nyata.

“Bantuan sembako yang harus segera di luncurkan hari ini, kepada masyarakat karena sekarang warga sudah mulai mengalami kesulitan membeli sembako imbas dari tidak adanya pekerjaan. Kalau pemerintah pusat sudah mengalokasikan anggaran yang besar tapi dalam skema yang normal, katakan misalnya bantuan gratis listrik, gratis listrik persoalan juga sebetulnya bagi orang yang sudah terdata menjadi mayarakat miskin yang ada datanya dia enak, tapi orang yang PHK dulu tidak masuk dalam daftar orang miskin, kan tidak berlaku program itu,” ungkapnya.

Menurutnya, agar dana penanganan Covid- 19 yang sudah di porsikan di APBD Propinsi segera di relokasikan berupa ketersediaan APD bagi petugas medis dan tenaga kesehatan di rumah sakit dan puskesmas-puskesmas, masker buat rakyat Sulteng.

Ia mengatakan, 70% rakyat indonesia mengalami kesusahan hari ini, termasuk di Sulteng.

“Saya sangat berharap pemerintah daerah baik provinsi, tidak lagi menunggu sampai rakyat sekarat baru dikasih bantuan, karena sekarang rakyat itu sudah mulai sekarat, dengan dilarangya mereka untuk keluar rumah,” pungkasnya. (FH/JM)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.