Home Politik AHM-RIVAI Heran Malut Miliki Potensi Besar Namun Pengangguran Masih Tinggi

AHM-RIVAI Heran Malut Miliki Potensi Besar Namun Pengangguran Masih Tinggi

137
0
SHARE
Ahmad Hidayat Mus

Ternate, Alkhairaat.com – Pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara (Malut), nomor urut satu, H. Ahmad Hidayat Mus dan Dr Rivai Umar (AHM-RIVAI) menilai terkait potensi sumber daya alam (SDA) yang dimiliki Malut begitu besar, namun penganggurannya masih tinggi.

Dalam pandangan pasangan tersebut, pengangguran di Malut terjadi karena minimnya lapangan pekerjaan sehingga mempengaruhi daya beli di pasar.

“Kebetulan saya punya pengalaman di Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Timur, sampai Jailolo saya cek pasar, ternyata yang belanja di pasar sangat minim, rendah sama sekali, kenapa seperti itu, karena orang tidak punya lapangan pekerjaan,” ucap Ahmad Hidayat Mus.

Ahmad menambahkan, hal tersebut juga terjadi di Buli, Halmahera Timur, banyak perusahan yang ada di sana namun penganggurannya masih ada. Menurutnya, sebenarnya pemerintah harus membuat aturan mengenai perusahaan di Malut dan harus melibatkan pemuda daerah untuk bekerja sehingga bisa di tekan persoalan pengangguran.

Dengan tingkat pengangguran yang tinggi, Paslon No urut 1 ini menyampaikan solusi untuk menjawab permasalahan tersebut yakni merekrut sarjana putra daerah baik D3, D1, D2 dan S1 diangkat dari Honorer menjadi Pegawai Negri Sipil (PNS).

“Pengangguran yang ada di Malut sangat besar dan solusinya harus dengan PNS, paling tidak satu tahun 2000 dan saya dengan Rivai Umar sudah sepakat. Kita harus merekrut putra daerah Malut yang lulus di Universitas yang ada di daerah maupun luar daerah kita angkat menjadi PNS”, jelas Ahmad, saat kegiatan kampanye yang di gelar di Kira Bastiong 2, Sabtu (10/3/2018) malam.

Oleh sebab itu, paslon AHM-RIFAI mengaku akan mengangkat gaji Honorer hampir setara dengan PNS.

“Seandainya kami menjadi Gubernur, PNS seandainya gajinya 3 juta maka honorer gaji 2 juta 7 ratus, hanya selisih 300 ribu saja. Jika Malut lebih baik, mereka harus digaji, diangkat kedudukannya,” tambahnya

Pada kesempatan yang sama ia juga menilai membatasi jumlah penduduk atau keluarga Berencana (KB) di Malut tidak relevan, dimana wilayah di Malut sangat luas serta jumlah penduduk saat ini baru 1.300 jiwa, dimana jumlah penduduk sangat mempengaruhi bantuan anggaran APBN untuk ke Daerah.

“Indikator pertama pemerintah pusat memberikan anggaran ke Daerah Provinsi Kabupaten/Kota adalah jumlah penduduk. Jumlah penduduk menjadi indikator pertama menjadikan jumlah anggaran besar dan kecil,” kata Ahmad.

AHM juga menghimbau pada Pilpres tahun 2019 untuk memilih bapak Joko Widodo (Jokowi) alasannya karena Visi Misi dari bapak Jokowi adalah tol laut, ini merupakan kesempatan besar sesuai dengan apa yang dibutuhkan Malut.

“Bapak ibu sekalian pilihlah Jokowi 2019 dan hal ini saya himbau, karena Malut adalah daerah kepulauan. Pak Jokowi mempunyai visi dan misi berkaitan tol laut, seperti Taliabu menuju Sula ada selat harus dibuatkan jembatan atau veri, dari Sula menuju Obi terdapat lautan bebas dan ini harus memakai veri, dari Obi menuju Bacan harus ada veri dan daerah Bacan menuju Halmahera harus ada veri. Dan tol laut ini merupakan visi misinya Jokowi. Kalau pak Jokowi menang di Malut, kita bisa minta anggaran sebesar besarnya untuk Malut,” pesannya. (Fais)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.