Home Uncategorized 131 Jamaah Tabligh di Kabupaten Tolitoli Jalani Rapid Test

131 Jamaah Tabligh di Kabupaten Tolitoli Jalani Rapid Test

202
0
SHARE

Tolitoli, Alkhairaat.com- Salah satu gerakan Islam yakni Jamaah Tabligh saat ini sedang menjadi sorotan luas di berbagai daerah termasuk di Kabupaten Tolitoli.

Sorotan tersebut setelah ada sejumlah Jamaah Tabligh (JT) dari sejumlah daerah terinfeksi virus Corona (Covid-19) usai mengikuti Ijtima Ulama di Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) beberapa waktu lalu.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid- 19 Kabupaten Tolitoli Arham A. Jacub menyebutkan bahwa berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tolitoli Jamaah Tabligh Kabupaten Tolitoli yang mengikuti Ijtima Ulama di Gowa Sulsel seluruhnya berjumlah 237 orang.

Arham mengatakan upaya antisipasi untuk memutus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tolitoli, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Tolitoli melalui tenaga medis di 15 Puskesmas sejak awal April lalu secara intens melakukan tracing kepada seluruh JT yang ada dan tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Tolitoli sekaligus langsung melakukan screaning awal untuk mendeteksi antibodi melalui Rapid Test.

“Sampai dengan hari ini tercatat sudah sebanyak 131 orang yang selesai Rapid Test dan terhadap yang 106 orang sisanya akan terus dilakukan. Dari 131 orang tersebut terkonfirmasi positif hasil rapid test sebanyak 9 orang sedangkan selebihnya 122 orang seluruhnya negatif,” Jelas Arham.

Lebih lanjut Arham menjelaskan, bahwa dari 9 orang JT yang sudah terkonfirmasi positif Rapid Test itu, 8 orang saat ini sedang menjalani karantina di fasilitas karantina yang disiapkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Tolitoli.

“Satu orang lagi sedang menjalani perawatan intensif di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mokopido Tolitoli karena hasil pemeriksaan sampel swabnya terkonfirmasi positif Corona,” tutupnya. (YP)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.